Lihat dedaunan kekeringan jua
Gugur dibawa sang bayu
Layu tak berguna
Jiwa manusia di arus usianya
Kesalan tiada makna
Seandai tiba masa
Putaran roda kehidupan
Penuh warna-warna kesamarannya
Jika kabur di perjalanan
Sesat penghujungnya
Sedari masa berbeza
Berdetik usia kita
Janganlah terlena
Hingga ke akhirnya
Sujud pada yang Satu
Teguh keyakinanmu
Lenturkan keimanan
Kasihmu kepada-Nya
Tuhan yang satu
Diatas adalah lirik lagu "Usia antara Masa" yang disenandungkan oleh Kelompok Nasyid Saujana. Sebuah Nasyid yang bercerita tentang sebuah peringatan (dakwah) betapa cepatnya waktu berlalu. Kehidupan manusia diibaratkan seperti daun yang tadinya hijau kemudian mengering, gugur, dan layu tak berguna. Lagu ini mengajak pendengar untuk memanfaatkan usia dan sisa waktu yang ada dengan memperteguh keimanan serta bersujud kepada Allah SWT sebelum ajal menjemput, agar tidak ada penyesalan di akhir hayat.
Hari ini adalah hari diri ini lahir 41 tahun yang lalu..sebelum subuh saat bangun tidur sudah diberikan ucapan selamatkan milad dan sesudah shalat Subuh berjamaah di Masjid, sambil duduk menunggu Kopi diberi Hadiah sepatu Olahraga. Sebuah Hadiah untuk mengingatkan Saya agar lebih banyak berolahraga untuk menjaga kebugaran serta menjaga Massa otot yang semakin menurun akibat bertambahnya usia.
Setelahnya bertambah Hadiah dari anak-anak..hasil karya mereka..alhamdulillah.
Semoga Bertambahnya usia semakin meningkat keimanan kepada Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar