Sabtu, 07 Februari 2026

Safari Silaturahim JSIT Indonesia Daerah Kab. Tegal

Alhamdulillahirabbil aalaamiin..Musyawarah Daerah JSIT Indonesia Daerah Kabupaten Tegal dan JSIT Indonesia Daerah Kota Tegal Telah Terlaksana.
Banyak Hikmah yang Kami dapatkan dalam momen tersebut. 
Selain sebagai Musda pertama yang dilaksanakan dalam Rangkaian Musda di 35 kota Kabupaten se Jawa Tengah, juga merupakan Musda pertama yang dilaksanakan di Gedung Bioskop. He he..
Inilah beberapa Foto kegiatan yang dapat kami rekam
Bersama Ustadz Tamim Aziz dan Ust. Sudirman.
Ustadz Tamim Aziz dulu kami kenal sebagai Pengisi Kajian Masjid Nurul Huda UNS pada Kajian Rabu Pagi yang membahas Kitab Aqidah Ath Thahawiyah. Masukan beliau saat berjalannya Musda juga sebuah Nasehat yang luar biasa untuk para Guru SIT.
Ustadz Sudirman dalam baju Batik Hijau yang dikenakan, adalah Baju Batik Hijau pertama yang dibuat di JSIT Jawa Tengah. Sebuah Tanda bahwa beliau adalah salah satu Pionir SIT di Jawa Tengah secara Umum dan di Kab. Tegal secara Khusus.
Kolaborasi JSIT Indonesia Daerah Kabupaten Tegal dengan Lembaga-lembaga Mitra Strategis bidang Pendidikan cukup bagus. Terbukti dengan kehadiran para Tokoh Pendidikan di Kab. Tegal.
Sambutan Saya buka dengan sebuah Hadis tentang membangun Peradaban dan juga sebuah Hadis tentang makna kecerdasan menurut Rasulullah SAW.
Membangun Peradaban haruslah membangun kolaborasi, senantiasa menebarkan kebaikan kepada semua orang.
Serta kecerdasan adalah sebuah upaya untuk senantiasa merancang langkah-langkah kehidupannya dan beramal untuk melihat Jauh ke depan..
Musda inilah salah satu bagian membangun peradaban serta bagian dari "kecerdasan" organisasi untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin baru untuk menjalankan roda organisasi.
Kami ucapkan selamat untuk para Pengurus JSIT Indonesia Daerah Kabupaten Tegal dan JSIT Indonesia Daerah Kota Tegal. Semoga Allah memberkahi Kita Semua. 
Aamiin ya Rabbal aalamiin.












Selasa, 20 Januari 2026

Catatan Mukernas JSIT Indonesia 2026

JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah mengikuti Musyawarah Kerja Nasional JSIT Indonesia pada tanggal 16-18 Januari 2025 di Jakarta.
Delegasi JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah terdiri dari 8 Orang Pimpinan JSIT Wilayah Jawa Tengah Hasil Musyawarah Wilayah VI di Brebes yang lalu. Delapan Peserta Mukernas JSIT Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Setyawan ( Sekretaris Dewan Pengawas JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah)
2. Hananto Widhiaksono ( Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah)
3. Dwi Pujianto ( Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah)
4. Dewi Marsiyah ( Bendahara JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah)
5. Siti Purwanti ( Ketua Bidang 1 JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah)
6. Wasis Pambudi ( Ketua Bidang 2 JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah)
7. Slamet Riyadi ( Ketua Bidang 3 JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah)
8. Fathurrahman ( Ketua Bidang 4 JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah)






Rabu, 15 Oktober 2025

Safari Silaturahim JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah-Temanggung


 Selasa, 14 Agustus 2025

Kami mendapat Undangan untuk menghadiri Agenda pertemuan Siaga Sehari (PERSARI) SAKO Pramuka SIT Jawa Tengah di SDIT Cahaya Insani Temanggung. Kami Berangkat dari Rumah rencana pukul 03.00 Dini hari, namun Qadarullah saya dibangunkan Allah pukul 03.44 padahal Pak Kendar Driver kami sudah hadir sesuai rencana. Begitulah kehidupan..kita yang merencanakan Allah Jualah yang menentukan.

Perjalanan menuju Semarang kita sempat berhenti dua kali untuk Shalat Subuh di rest Area Batang dan kemudian Mencari ATM di Rest Area Kendal. Menjemput Ustadzah Widi di Ungaran dan kemudian meluncur menuju Temanggung.

Saya dan Pak Kendar yang belum Sarapan, direncanakan Sarapan di Temanggung bergabung dengan Ustadz Zaenal dan Ustadz Nandar dan Ust. Dwi yang sudah Sarapan di dekat GOR Temanggung. Sarapan Bubur Kacang Hijau yang berenergi.

Kami Datang di Tempat Acara Tepat pukul 08.00 WIB. Rencana Pembukaan akan dilaksanakan pukul 08.30 namun kita undur sampai pukul 09.00 lebih menunggu Bunda PAUD temanggung yang juga Istri Bapak Bupati Temanggung, sebagai Inspektur Upacara.

Setelah Upacara Pembukaan Persari. Kami silaturahim ke Sekolah Tani Masyarakat dan Ke Rumah Ustadz Anantiyo Widodo, Ketua Yayasan Fi Ahsani Taqwim Temanggung yang juga pengurus Bidang Kelembagaan dan Orangtua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah. Alhamdulillah.



 

Minggu, 12 Oktober 2025

Indonesia Lawan Genosida Tahun 2025-bagian 2


Aksi dilihat dari Atas melalui Drone..
Rombongan Pemalang Berfoto bersama di depan masjid Istiqlal Pintu Al Fattah
Siap Long March untuk kawal Palestina Merdeka!
Kawal Gencatan Senjata Untuk Stop Genosida Di Gaza Palestina
Tumpah Ruah aksi Bela Palestina mendukung Deklarasi MUI untuk Pemerintah Indonesia menguatkan Peran dalam mengawal Gencatan Senjata.
Panasnya kita dalam aksi tak sebanading dengan apa yang dirasakan Warga Gaza.
Beberapa Komunitas ikut Aksi Stop Genosida. Badan Penuh Tato, pakai anting namun tetap bela Palestina. Inilah Kemanusiaan

Lokasi Aksi Kita saat ini..akan berlanjut aksi-aksi lanjutan hingga Palestina Merdeka sebagaimana saat dibebaskan Khlalifah Umar Ibnul Khattab R.A.





Indonesia Lawan Genosida 2025

Ada kebahagiaan sendiri ketika menjadi bagian dari sebuah gerakan dunia. Ya..gerakan Dunia. Dunia saat ini bergerak dengan satu tema yakni lawan genosida, merdekakan Palestina, free palestin, dan lain sebagainya.
Saat saya menulis ini saya berada di pojok kiri bus yang membawa rombongan Menuju Monas. Sebuah Bus yang sedang antri di SPBU Jakarta Cikampek untuk mengisi bensin diantara jajaran ratusan Bus pariwisata yang membawa para penggerak dunia.
Saya sebut penggerak dunia karena dengan adanya Mereka maka Dunia tetap berada dalam keseimbangan yang sempurna. Dunia dengan keuniversalannya akan tetap peduli ketika dihadapkan pada berbagai ketidakadilan dan penindasan.
Allahu Akbar..

Sabtu, 27 September 2025

Catatan Iman: Adab di Masjid

Adab di Masjid

1. Berdoa sebelum menuju Masjid. Dari titik keberangkatan kita masing-masing. Kalaupun itu dari dalam kelas di sekolah kita maka itulah titik keberangkatan kita.
2. Masuk masjid dengan kaki kanan sambil berdoa ..bismillahirrahmanirrahim allahummaftahlii abwaaba rahmatika.
Ya Allah bukalah pintu-pintu rahmatMu kepadaku.
3. Keluar Masjid membaca doa. Bismillahirrahmanirrahim..allahumma inni asaluka min fadlik.
4. Adab masuk masjid tidak tergesa-gesa. Masuk dalam ketenangan walau tertinggal shalat maka tinggal menambah apa yang kurang dari shalat kita.(masbuk)

5. Menjaga kebersihan dan kesucian Masjid. Usahakan yang nyapu adalah para murid bukan ustadznya. Inilah wujud kebaikan dan kepedulian. Kebaikan ini insya Allah akan bermanfaat untuk diri kita di Masa yang akan datang. Ketika kita menolong orang lain, barang siapa yang biasa ngladheni orang lain maka dalam kehidupannya dia akan ditolong orang lain.
6. Berpakaianlah dan berpenampilan yang sopan dan baik. Inilah kehormatan yang kita jaga untuk masjid dan kembali untuk kita sendiri kehormatan tersebut.
7. Tidak diperkenankan membicarakan bisnis, perdagangan dan atau masalah duniawi di dalam masjid.
8. Tidak meludah, menempelkan ingus di masjid.
9. Menjaga Bau Mulut dan Bau Badan. Biasakan bersiwak dan memakai wangi -wangian, mandi sebelum masuk masjid ketika hari Jumat.
10. Bila memiliki adik kecil, anak kecil maka menjaganya agar tidak mengganggu kekhusyukan orang lain.
11. Menjaga agar kita tidak keluar setelah adzan.

Jumat, 26 September 2025

Catatan Iman: MABIT SMP IT Tsamrotul Fuad Semester 1 TA 2025-2026


Dalam Agenda Mabit Semester 1 Tahun Ajaran 2025-2026, Tema yang dimunculkan adalah "Dari Masjid Membangun Peradaban Gemilang."
Sambutan Ustadz Surahman Ketua Panitia Mabit mengharap agar Melalui Mabit ini adab berada Di masjid mulai dipahami dan dipraktekkan dengan sebaik-baiknya.
Sambutan Ustadz Hananto Widhiaksono memaparkan bagaimana dua tema Kunci dalam Mabit ini dikuatkan. Masjid adalah pusat Peradaban. Dari Masa ke Masa Masjid adalah pusat peradaban. Kita lihat masjid pertama yang dibangun di Muka Bumi adalah Bakkah atau Mekah atau Masjidil Haram. Ketika Rasulullah SAW tiba di Kota Madinah dalam peristiwa Hijrah, yang dibangun pertama adalah Masjid. Maka Masjid dimana didalamnya peradaban itu dibangun haruslah disesuaikan Peran dan Penatalaksanaannya sesuai petunjuk dari Rasulullah SAW agar ada Pembinaan Ruhiyah, Jasadiyah, Fikriyah, ukhuwah yang benar.
Namun sayang seribu sayang, saat Khutbah Jumat ternyata masih banyak siswa yang ngobrol saat khutbah Jumat. Dengan Penuh kesedihan, ustaz Surahman memberikan Nasehat kepada para siswa. Mengapa para siswa SMP yang notebene sudah baligh masih Mengejek Allah, masih Menghina Rasulullah SAW, dengan tidak menjalankan sebaik-baiknya rangkaian ibadah Jumat sesuai contoh dari Rasulullah dan Sahabat.
Inilah sebuah tanda bahwa para siswa masih Lemah dalam disiplin. Untuk tahan diam setengah jam dalam khutbah saja masih kurang bersabar.
Boleh dikata pula bahwa para siswa yang masih bermain dan ngobrol saat khutbah Jumat adalah para siswa yang Tak malu berbuat dosa.

Safari Silaturahim JSIT Indonesia Daerah Kab. Tegal

Alhamdulillahirabbil aalaamiin..Musyawarah Daerah JSIT Indonesia Daerah Kabupaten Tegal dan JSIT Indonesia Daerah Kota Tegal Telah Terlaksan...