وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
walyakhsyallażīna lau tarakū min khalfihim żurriyyatan ḍi‘āfan khāfū ‘alaihim falyattaqullāha walyaqūlū qaulan sadīdā
Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak
(keturunannya)
(Q.s. Annisa:9)
Dalam hikayat-hikayat Sufi. Takutnya para ayah yang tidak berbuat takwa dan banyak berbuat maksiat yang akhirnya dosa-dosanya dibebankan kepada para anak keturunannya. Maka berhati-hatilah wahai para ayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar