Tilawah dan Sari Tilawah.
SAMBUTAN USTADZAH Ir. Hj. SUCININGSIH
( Ketua Yayasan Ibnu Abbas Klaten)
Pendidikan yang kami laksanakan adalah Pendidikan untuk mencetak manusia berkualitas. Selalu Sertakan Allah dalam proses kehidupan kita. Libatkan Allah dalam setiap langkah kita.
Hasil kita hari ini adalah hasil dari pengorbanan orangtua, pengorbanan para ustadz dan ustadzah.
Ibnu Abbas untuk Peradaban Dunia.
SAMBUTAN BUPATI KLATEN
PPTQ IBNU ABBAS Klaten adalah berkah untuk Kabupaten Klaten.
Ust. Hakimudin Salim memberikan laporan Pendidikan. Pencapaian prestasi di tingkat Internasional, Nasional, Provinsi dan Kabupaten.
Capaian SNBT juga luar biasa sebagai 10 sekolah swasta terbanyak diterima siswa di perguruan tinggi.
Bersama Ustadz DR. Budiman Mustofa, Guru kami. Beliau memimpin Ma'had Aly Ibnu Abbas Klaten. Siap mendidik dan mentarbiyah para alumni SMA IT untuk membangun Peradaban Islam Insya Allah.
Bersama Ustadz Achmad Budiarto, Kepala SMP IT Ibnu Abbas Klaten. Meluluskan 226 Siswa. Alhamdulillah. Semoga menjadi Alumni yang menguatkan Islam. Insya Allah.
Bersama Ustadz Kelik Wardiyono,Kepala SMA IT Ibnu Abbas Klaten. Meluluskan 244 Siswa. Semoga para Alumni menjadi pelopor kebaikan baru di Kota Kabupaten masing-masing. Insya Allah.
Sambutan direktur Pendidikan Ibnu Abbas Klaten.
Kisah Habib bin ashim bin saad. Ibunya adalah Nusaibah bin Kaab.
Habib mengikuti ayah bundanya ikut dalam baiat aqobah kedua bersama kedua orang tuanya. Dalam usia 10 tahun Barat kepada Rasulullah SAW. Setelah baiat beliau ikut mendaftar dalam perang Badar. Namun ditolak oleh ayah bundanya.
Setelah itu mendaftar juga di perang Uhud dan berangkat bersama ayah dan ibundanya. Bahkan Bundanya mendapat 13 tusukan dan sabetan pedang. Beliau akhirnya mendapat syahid ketika ditangkap oleh Nabi Palsu Musailamah al kazzab yang menyiksa beliau dengan sadis.
Kesimpulan dari kisah Habib adalah:
1. Bangunlah Cita-Cita diatas pondasi keimanan.
2. Bangunlah Cita-Cita dengan penuh kesabaran.
Buku "BEING FRESH" Karya Ust. Kelik Wardiyono sebagai Cinderamata untuk para tamu Undangan. Alhamdulillah saya langsung meminta beliau untuk menandatangani buku karya beliau sendiri
insya Allah akan kami baca dan akan kami ambil hikmahnya..ternyata banyak para penulis buku di Keluarga Besar JSIT Jawa Tengah.
ORASI ILMIAH (Prof. Fathul Wachid.)
Beliau adalah Rektor UII 2018-2026
Sekali santri tetap santri.
Kisah imajinasi sederhana. Kisah ibu berjalan bersama anaknya. Yang dilihat di jalan adalah seorang Pemulung yang sedang mengambil sampah di kondisi panas menyengat. Ibu pertama menyampaikan agar si anak belajar jadi pintar agar jangan jadi si pemulung tadi. Ibu kedua menyampaikan agar si anak belajar jadilah pintar agar bisa menyelamatkan orang itu. Inilah Mindset yang berbeda dalam memandang pendidikan.
Cara memandang pendidikan sebagai Alat yang menyelamatkan diri sendiri dan Alat yang memberi manfaat bagi orang lain.
Manusia Membutuhkan Makna.
Kemenangan tidak diukur dengan Harta, pengikut dan jabatan namun diukur dengan kemampuan memberikan yang terbaik kita untuk orang lain. Inilah keberkahan (ziyadatul khoir) bertambahannya kebaikan.
Belajar sesungguhnya adalah Bertransformasi.
Sebuah hikmah, "Belajarlah adab sebelum ilmunya", ini adalah Perintah ibunda Imam Malik untuk sang anak ketika Belajar kepada gurunya.
PILAR ILMU
Pilar Pertama adalah Imu. Ilmu adalah cahaya. Dan amal adalah pancaran cahayanya.
Khoirunnas anfauhum linnas. Belajarlah dari alam. Matahari, sungai dan pohon buah. Mereka adalah makhluk Allah yang memberikan manfaat untuk yang lain.
Kehidupan adalah kolaborasi. Bukan kompetisi dan individualisasi.
Bila menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang menghadirkan keadilan, jadilah dokter yang menghadirkan perhatian. Dll
PILAR RIDHO ALLAH
Pilar Ridho Allah melalui ridho orangtua.
Beliau menjadi rektor karena doa ibu. Cerita guru SD bahwa ibunya bercerita bahwa nanti anakku akan menjadi sing mindah tali. Ingatlah kisah Uwais Al Qorny.
PILAR IHTIROM PADA GURU
Pilar ketiga adalah ihtirom kepada guru sebagaimana yang tersurat dalam Mars Ibnu Abbas. Penelitian lama selama 80 tahun dan kemudian dibukukan berjudul a good life. Silaturahim dengan guru janganlah dilupakan. Para Ananda akan memasuki hutan yang sebenarnya (welcome to the jungle). Pesantren bukan tempat untuk menyembunyikan diri namun mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar