وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
wa iż ta'ażżana rabbukum la'in syakartum la'azīdannakum wa la'in kafartum inna ‘ażābī lasyadīd
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” Q.S Ibrahim [14] : 7
Sebagai seorang Karateka, ternyata bersyukur merupakan perintah Para shihan dan Sensei dalam Karate. Dalam buku Karate Wa Kunshi No Bugei, pada Bab 2 buku itu ditulis dengan tema, "Karateka harus Selalu bersyukur".
Sebagai seorang Pramuka, konsep bersyukur disebut sebagai salah satu tujuan Pramuka sebagai salah satu "H" dari Empat "H" yang menjadi pilar Pramuka Dunia. H itu adalah Happy. Artinya Happy adalah bahagia. Artinya seorang Pramuka harus senantiasa Bahagia dalam kehidupannya. Konsep yang lebih dalam wujud kebahagiaan ini ternyata adalah konsep kesyukuran. Dan dalam Pramuka konsep bertahan menjadi sesuatu yang utama. Pramuka Indonesia dengan Tri Satya dan Dasa Darmanya menyebut perintah Menjalankan kewajiban kepada Allah SWT Tuhan semesta Alam sebagai Janji dan kode kehormatan Pramuka Indonesia. Tidak ada Pramuka yang Atheis. Bila seorang itu Atheis maka dapat dipastikan Ia bukan seorang Pramuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar