Bidik Masa Depan dari Balik Busur Panah, Serunya Islamic Youth Festival 2026 JSIT Jateng di UNNES
6 Oktober 2026, 17:31 WIB
Deretan atlet pelajar sedang fokus membidik sasaran target dalam lomba panahan di lapangan UNNES pada ajang Islamic Youth Festival 2026 yang digelar oleh JSIT Jateng.
FOKUS DAN KETENANGAN: Deretan atlet pemanah muda memusatkan konsentrasi membidik sasaran dalam kompetisi panahan pada perhelatan akbar Islamic Youth Festival 2026 di lapangan Fakultas Ilmu Olahraga UNNES, Semarang. Cabang panahan ini menjadi salah satu sarana utama JSIT Jateng dalam menumbuhkan ketangguhan mental dan prestasi pelajar. (Foto: Jatengdata)
SEMARANG, Jatengdata.com – Bayangkan Anda berada di tengah lapangan: suara napas yang tertahan karena tegang, tatapan tajam penuh fokus, lalu wuss! Anak panah pun melesat membelah udara menuju sasaran.
Pengalaman memacu adrenalin ini menjadi salah satu cerita seru di lapangan panahan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Ahad (4/10/2026).
Kemeriahan luring dari Islamic Youth Festival 2026 garapan Jaringan Sekolah Islam Terpadu JSIT Jateng ini sukses menyihir siapa saja yang hadir.
Tak sekadar adu ketangkasan fisik, festival ini menjadi arena seru bagi ribuan pelajar untuk unjuk prestasi pelajar. Mulai dari asyiknya mengejar bola di lapangan futsal, merakit robotik, hingga merdunya lantunan tahfidz yang menyejukkan hati
Dari Layar Koding hingga Keringat di Arena
Keseruan kompetisi raksasa ini nyatanya tak hanya berpusat di Semarang, tetapi telah menggebrak sejak beberapa waktu sebelumnya melalui ruang daring. Sebanyak 9.870 pelajar antusias beradu kecerdasan dari balik layar saat mengikuti Olimpiade IPA, Matematika, IPS, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.
Puncaknya pecah akhir pekan lalu, ketika upacara pembukaan luring di Gedung Aula Prof. Kamiso UNNES meresmikan pertarungan bagi 1.081 peserta yang hadir langsung.
Dalam sambutannya, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, S.Sos., S.Pd.Gr., merinci sebaran peserta. Ada 440 atlet beradu taktik di lapangan futsal, 274 pemanah muda melatih ketenangan, dan 146 seniman cilik mewarnai lomba menggambar,. Kemudian 144 peserta khusyuk di cabang tahfidz, menyusul 38 pelajar kreatif di ajang robotik serta 39 peserta di kompetisi koding.
JSIT Jateng merancang penyebaran ribuan talenta ke berbagai cabang ini agar setiap anak bisa bersinar di bidangnya. Di hadapan pemerintah daerah, Hananto memaparkan visi besar di balik keseruan tersebut.
“Membangun peradaban membutuhkan kekuatan fisik, oleh karena ada lomba panahan dan futsal. Di masa mendatang perlu ditambah cabang lomba olahraga lainnya. Selain kekuatan fisik, juga dibutuhkan spiritual yang kokoh, serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna. Oleh karenanya perlu adanya lomba tahfidz, olimpiade mata pelajaran, koding dan robotik,” ujar Hananto.
Misi Berjenjang: Tiket Emas Menuju Nasional
Bagi pelajar yang belum sempat berpartisipasi tahun ini, cerita serunya tak berhenti di sini. Pasalnya, kompetisi bergengsi yang memasuki edisi kedua sejak 2025 ini telah bertransformasi.
Jika sebelumnya panitia hanya memusatkan pelaksanaan acara di Jakarta, kini mereka meramu atmosfer kompetisi agar makin menantang lewat sistem berjenjang dari daerah, wilayah, hingga nasional.
“Ini agenda tahunan. Tahun 2025 itu sudah melaksanakan agenda IYF tapi dulu masih di pusat. Nah, ini tingkat wilayahnya,” beber Hananto kepada Jatengdata.com.
Para jawara yang sedang unjuk gigi di UNNES ini akan membawa misi sebagai duta di tingkat nasional pada bulan November mendatang.
“Ini berarti setiap tahun ya berjenjang. Nanti juara-juara dari sini akan dinaikkan ke naik ke pusat nanti bulan November,” tambahnya dengan nada optimistis.
Menempa Karakter, Membangun Persahabatan Sejati
Atmosfer kompetisi yang memadukan kekuatan jasmani dan intelektual ini memantik apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Sunarto, S.Pd., M.Pd., Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang mewakili Kepala Dinas, melihat ajang ini sebagai kawah candradimuka yang sempurna bagi anak muda.
“Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyambut baik penyelenggaraan Islamic Youth Festival (IYF) ini. Even ini tidak sekedar ajang perlombaan, lebih dari itu ini adalah ruang belajar, ruang berkompetisi secara sehat, sekaligus membangun karakter mulia dan keberanian generasi muda,” sambut Sunarto.
Lebih dari sekadar mengejar trofi, festival ini menawarkan cerita pengalaman dan relasi yang sangat berharga. Sunarto pun menitipkan pesan hangat yang pasti menyuntikkan semangat bagi siapa saja untuk ikut serta.
“Oleh karena itu, saya berpesan kepada para peserta IYF agar tidak takut untuk berkompetisi, kompetisi yang fair. Jika hari ini menang tidaklah sombong, harus tetap rendah hati. Apabila belum juara janganlah patah semangat, masih ada kesempatan mendatang. Terkadang pengalaman dan persahabatan memiliki nilai yang tidak kalah penting dari sekedar menjadi juara,” pesan Sunarto.
Desingan anak panah di lapangan panahan FIK UNNES dan riuhnya lapangan futsal hari itu baru mengawali sejarah panjang.
Daya tarik luar biasa perhelatan Islamic Youth Festival 2026 sukses mengumpulkan 10.987 peserta luring dan daring. Hal ini sekaligus membuktikan statusnya sebagai magnet bagi generasi muda.
Berbekal prestasi pelajar yang berkarakter, bibit-bibit unggul dari JSIT Jateng ini bersiap melesat ke kancah nasional.
Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Selasa, 06 Oktober 2026
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bidik Masa Depan dari Balik Busur Panah, Serunya Islamic Youth Festival 2026 JSIT Jateng di UNNES 6 Oktober 2026, 17:31 WIB Deretan atlet p...
-
Sembilan November 2026 mendatang ada hajatan penting di 173 desa se-Kabupaten Pemalang. Dalam hajat penting ini, Qadarullah saya diamanahi s...
-
Kata seorang Syaikh Dakwah " mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari". Apa yang kita mimpikan untuk masa depan kita ...
-
Alhamdulillahirabbil aalaamiin..Musyawarah Daerah JSIT Indonesia Daerah Kabupaten Tegal dan JSIT Indonesia Daerah Kota Tegal Telah Terlaksan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar